Posted by : micano fans from indonesia
Senin, 23 Juni 2014
Arab Spring menjadi awal kebangkitan bangsa arab.
Diawali dengan banjir protes di Tunisia 18 September 2010 lalu yang membuat
presiden Zine El Abidine Ben Ali melarikan ke Saudi pada 14 Januari 2011, protes
rakyat terus berlanjut diikuti kerusuhan
hingga menular ke negara Arab lain seperti Aljazair, Yordania, Mesir, Yaman
hingga kedaerah Timur Tengah lainnya.
Dimata penguasa
dunia Arab, Arab Spring diibaratkan sebagai gelombang yang lama-kelamaan
akan membuat mereka ditumbangkan oleh rakyatnya sendiri. Dimulai oleh Ben Ali
(Tunisia), Hosni Mubarak (Mesir) yang mengundurkan diri pada 11 Februari 2011
dan Muammar Gaddafi di Libya. Seolah belum cukup gelombang Arab Spring
pun melanda Suriah dan Bahrain.
Arab Spring merupakan fenomena baru dalam dunia Islam.
Peristiwa yang dikendalikan oleh rakyat ini memiliki efek yang luar biasa.
Tidak hanya di daerah Timur Tengah bahkan merambah hingga ke Afrika, Amerika,
dan Eropa.
Arab Spring bagi Umat Islam
Salah satu dari
munculnya Arab Spring ini adalah sistem perkonomian dinegara mereka yang
kian memburuk. Kesejahteraan dalam negara tersebut hanya bisa dinikmati oleh
para penguasa yang gemar korupsi. Lambat laun perlawanan rakyat terus melunjak
untuk meminta memulihkan kondisi perkonomian dan perubahan sistem pemrintahan
beserta isinya.
Rakyat menilai
hancurnya perkonomian mereka sejatinya karena ketidakpintaran penguasa dalam
menjalankan sistemnya selama ini. Dan Arab Spring-lah menjadi puncak
ekspresi kekecewaan rakyatnya yang sekian lama terkurung dalam tirani penguasa
dengan mendapat dukungan penuh dari negara-negara Barat.
Tidak bisa
dipercaya, Islam sangat mengambil peran yang signifikan dalam Arab Spring
ini, Melalui Arab Spring, Islam berhasil menunjukkan bahwa revolusi
dalam sebuah negara ada pada tangan rakyat, bukan pada sistem demokrasi yang
disodorkan budaya barat. Dunia Islam kini telah mengalami revitalisasi dan siap
bersaing dengan negara –negara Barat.
Cepat atau lambat Islam akan berkembang menjadi superpower dunia dan
siap mengulang kembali kejayaan Khilafah Abasiyyah, Umayyah, dan Utsmaniyah
yang telah berabad-abad terkubur dalam lubang hitam peradaban.
Dunia Islam rindu
untuk melirik kembali sistem Islam di era kejayaannya dan beralih dari sistem
demokrasi yang mereka rasa tidak mampu untuk menyelesaikan krisis multidimensi
selama bertahun-tahun. Dunia Islam sangat menginginkan pada penentuan nasib dan kedaulatannya sendiri,
mencoba kembali pada sisitem kehidupan dahulu dan membuka jalan kejayaan yang
pernah diraih berabad-abad, Harapan ini dirasa tidak berlebihan mengingat Islam
pernah menjadi imperium raksasa pada zamannya.
Sumber: Umat
Muslim Harus Tahu (Lely Noormindha)
